[.:: the little star ::.]

.::| ora et labora |::.

Arsip untuk Januari, 2009

PENULIS FENOMENAL INDONESIA: ANDREA HIRATA

Ditulis oleh Lewi di/pada 13 Januari 2009


Andrea Hirata

Tetralogi Laskar Pelangi di Mata Saya

Oleh: Gangsar Sukrisno

(CEO Bentang Pustaka, Co-Producer Film Laskar Pelangi)

Penulis IndonesiaAndrea Hirata lahir di Belitong. Melalui beasiswa, Andrea menempuh pendidikan master di Inggris dan Prancis pada bidang economics science. Dia telah menyelesaikan empat buku tetralogi Laskar Pelangi yang merupakan sumbangan terpenting bagi khazanah sastra Indonesia. Maryamah Karpov adalah karya pamungkasnya setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor. Dengan tetraloginya itu, Andrea menyajikan sebuah genre yang kami sebut sebagai cultural literary nonfiction, yaitu sebuah karya nonfiksi yang digarap secara sastra berdasarkan pendekatan budaya.

Penulisan dengan pendekatan ini jarang terjadi dalam khazanah sastra Indonesia dan tidak pernah dibayangkan akan berhasil dalam industri perbukuan. Namun, tetralogi Laskar Pelangi ternyata berhasil merobohkan mitos di dalam ranah sastra maupun industri buku karena terbukti mampu meraih prestasi sebagai buku yang fenomenal. Bahkan, film Laskar Pelangicultural movie, berhasil mencapai box office. Baik novel maupun film Laskar Pelangi telah mencatat pencapaian yang belum terjadi dalam sejarah buku dan film di Indonesia. yang kami sebut sebagai

Melalui tetralogi Laskar Pelangi, kita bisa melihat bahwa karya-karya ini tidak hanya berhasil dalam memadukan aspek sains, sosiologi orang Melayu, dan edukasi, tetapi kita juga bisa menemukan seorang penulis unik yang berevolusi dari Laskar Pelangi hingga Maryamah Karpov. Kita juga bisa merasakan betapa setiap kalimat yang diciptakan memiliki kekuatannya sendiri. Oleh karena itu, tetralogi Laskar Pelangi merupakan koleksi yang amat berharga untuk dimiliki dan merupakan legacy Andrea Hirata yang amat penting tidak hanya bagi sastra, dunia pendidikan, tetapi juga budaya Indonesia.

Meskipun studi mayornya ekonomi, ia amat menggemari sains – fisika, kimia, biologi, astronomi – dan tentu saja sastra. Edensor adalah novel ketiganya setelah novel-novel best seller Laskar Pelangi dan SangPemimpi. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sekarang ia tengah mengerjar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi di dunia, di Himalaya. Andrea berpendidikan ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi master of science di Université de Paris, Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi ilmiah. Saat ini Andrea tinggal di Bandung dan masih bekerja di kantor pusat PT Telkom. Hobinya naik komidi putar.

Komunikasi dengan Andrea

dapat melalui sastrabelitong.multiply.com

Ditulis dalam Book Review | Leave a Comment »

SINOPSIS TERLENGKAP LASKAR PELANGI

Ditulis oleh Lewi di/pada 8 Januari 2009

-L a s k a r  P e l a n g i adalah karya sastra yang dibuat pertama kalinya oleh Andrea Hirata. Melalui Laskar Pelangi, Andrea Hirata langsung menempatkan dirinya sebagai salah satu penulis muda Indonesia yang amat menjanjikan. Buku Laskar Pelangi dipersembahkan untuk gurunya Ibu Muslimah Hafsari dan Bapak Harfan Effendy Noor serta sepuluh anggota Laskar Pelangi lainnya.-

Sebuah kisah nyata tentang 11 murid sekolah Muhammadiyah. Sebuah sekolah kampung paling miskin di Belitong. Ada 3 alasan mengapa para orangtua mendaftarkan anaknya di sekolah Muhammadiyah. Pertama, karena sekolah Muhammadiyah tidak menetapkan iuran dalam bentuk apa pun, para orangtua hanya menyumbang sukarela semampu mereka. Kedua, karena firasat, anak-anak mereka dianggap memiliki karakter yang mudah disesatkan iblis sehingga sejak usia muda harus mendapatkan pendadaran Islam yang tangguh. Ketiga, karena anaknya memang tidak diterima di sekolah mana pun.

Dikarenakan kekurangan guru, maka selama 6 tahun di SD seorang guru bernama N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid atau dipanggil Bu Mus mengajarkan semua mata pelajaran-mulai dari Menulis Indah, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Ilmu Bumi-sampai-Matematika, Geografi, Prakarya dan Praktik Olahraga. Bu Mus hanya memiliki selembar ijazah SKP (Sekolah Kepandaian Putri) namun beliau bertekad untuk terus mengobarkan pendidikan Islam walaupun hanya memperoleh upah 15 kilogram beras setiap bulan. Beliau bersama pamannya Bapak K.A. Harfan Effendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor pamannya, selaku kepala sekolah Muhammadiyah merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang menjadi pelita bagi para Laskar Pelangi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Book Review | Leave a Comment »